Gaya kepemimpinan presiden-presiden Indonesia (2) – (selesai)

26 Dec

Oke, dari wacana sebelumnya bisa dong kita diskusikan kira-kira tipe kepemimpinan apa yang terbaik di dunia ini? Dan tipe keemimpinan apa yang cocok untuk indonesia saat ini?? Apakah tipe kepemimpinan itu seperti Obama (mungkin Influnce-Dominant kali ya), ataukah seperti firaun? atau seperti pemimpin-pemimpin dunia lainnya? Hittler,bush dan firaun yang dominan, atau nabi Muhammad SAW? Kira-kira apa jawaban anda tentang bagaimana pemimpin ideal itu??

Yup, waktu habis.. pertanyaan dilemparkan ke penulis.. :p
Jadi sebenarnya semua tipe itu harus dimilliki oleh seorang pemimpin. Lho maksudnya gimana?? Kalau semua tipe dimiliki jadi seperti psikopat yang tadi sempet kita bahas dong??! hahaha.

Memang pada dasarnya bawaan sejak lahir dan pengaruh lingkungan, kita pasti memiliki setidaknya 2 tipe kepemimpinan tersebut. Namun sebagai seorang pemimpin (tidak hanya presiden, kepala keluarga, ibu dari anak-anak juga bisa disebut pemimpin lho!) kita dituntut bisa menjadi kesemua tipe tersebut sesuai situasi dan kondisi. Maksudnya??

Misal contoh sederhana niy (kita keluar sebentar dari judul kita kali ini); seorang guru, dia harus bisa bersifat berbeda terhadap murid-muridnya yang berbeda karakter. Dia harus menjadi dominan saat menghadapi murid yang nakalnya kelewatan, dan saat murid yang nakal itu takut, nah saatnya sang guru menjadi guru yang steadiness atau cinta damai. Jadi murid itu merasa perubahannya di hargai.

Sedikit cerita, saya dulu pernah punya guru yang killer atau galak. Dia pernah marahin saya. Saya pun kapok dan berubah, namun saat saya sudah menjadi anak yang baik (menurut saya), dia pun tetap bersikap galak seperti itu. Apa lagi salah saya?? Kenapa bapak tidak menghargai perubhan saya??

Atau seorang supervisor yang steadiness misalnya, selalu menghindari konflik, selalu bersikap sabar dan cinta damai. Suatu saat dia harus menghadapi anak buah yang sangat buruk perangrainya (duh ga ada kata yg lebih sederhana ya -_-“). Gimana bisa tuh anak buah berubah kalo si supervisor selalu bersikap baik dan humanisme. Bersikap tegas dan marahlah dengan elite! (tapi jgn keluarin hewan-hewan di ragunan dari mulut anda! sumpah, kampungan bgt ini.. -_-“). Kalau anak buah masih tetap seperti itu, jadi supervisor yang dominance (walaupun ini bukan anda bgt misalnya), kasih first and last warning! Ini hak anda sebagai spv, demi kebaikan bersama. Nah saat anak buah anda menunjukan perubahan, berubahlah menjadi sang influence dan steadiness lagi. Beri pujian ke dia secara personal dan hangat walaupun itu bukan dominance bgt seperti yang anda praktekan sebelumnya.

Nah seperti inilah menurut saya bagaimana seorang pemimpin itu seharusnya. Pemimpin harus bisa menjadi semua tipe personality sesuai situasi dan kondisi yang dihadapinya. Lah ga be my self dong kita? Saya tidak bilang untuk berubah ya, saya bilang menjadi,, contoh lain niy anda tipe suami dominance kelas akut, saat anak anda sudah berprestasi, tidak ada salahnya kan anda mencoba menjadi sang influence dalam waktu sehari atau bahkan satu jam untuk memujinya. Saya jamin, wibawa anda yang diperlihatkan dengan kumis tebal anda tidak akan jatuh kok di depan anak anda.

Oke cukup contoh-mencotohnya. Kita sudah terlalu jauh keluar dari konteks sob!
Kembali ke laptop.. (tukul mode on)

Jadi kesimpulan pertama sudah bisa diambil kan (liat aja kata2 yang saya bold). Nah, the next question is… Apa yang di butuhkan pemimpin Indonesia sekarang ini??
Kalau boleh saya berpendapat, sekarang ini Indonesia membutuhkan tipe pemimpin yang Dominance agar bisa tegas mengambil keputusan yang mengrebak, terutama pada masalah birokrasi kita. Seperti yang Pak Budiono bilang; pembenahan ekonomi indonesia harus di dahului dengan pembenahan birokrasi, walaupun hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Nah, diperlukan pemimpin yang dominance yang mampu untuk melakukan gebrakan secara tegas untuk merubah birokrasi yang kacau balau ini. Dijamin kasus Century, saham KS, lumpur lapindo, penyuapan MK, kasus Gayus dll bisa terselesaikan dengan cepat.

Trus kalo “tegas” begitu, bisa dengan mudah dong dijebak dan diturunkan oleh musuh-musuh politik?? Yaa, tipe kedua yang dibutuhkan adalah Compliance. Biar berstrategi, tetap waspada dan tidak mudah di “serang” musuh. Jadi kesimpulan saya untuk tipe yang cocok untuk pemimpin indonesia sekarang adalah tipe Dominance-Compliance. Nah lho, kok mirip Pak Harto?? Yah mungkin itu kesimpulan yang masih bisa di perdebatkan atau karena itu mungkin Pak harto bisa melanggeng selama 32 tahun di negri tercinta ini..

Lalu bagaimana dengan teori “menjadi” tersebut? Tentu saja teori kepemimpinan ini masih harus dilakukan. Presiden kita harus bersikap Dominance; galak sama anak buahnya yang korupsi, tegas sama negara lain yang macam-macam (arab dan malaysia) atau berani dalam mereformasi birokrasi kita tersebut. Presiden juga harus bisa ber-influence; cepat dalam bertindak dan spontanitas terhadap hal-hal urgent terutama tentang kebutuhan rakyat. Bikin project pembangkit, seribu tower rusunami, dan semua yang berhubungan dengan kebutuhan rakyat (humanisme) dan ini akan bisa dilakukan dengan cepat oleh pemimpin yang bertipe Influence. Sikap Compliance harus diimplementasikan dalam membangun strategi pemerintahan dan politik. Tetap waspada terhadap kawan dan lawan, teliti tentang undang-undang. tetap menjalankan semua sesuai aturan, selama tidak ada yang urgent. Dan yang terakhir adalah sikap steadinees, yang harus dimiliki oleh presiden. Rasa loyalitas kepada rakyat, kerja keras demi rakyat dan cinta damai terhadap lawan-lawan politik.

Duh ribet ya jadi presiden, antara membela rakyat vs menjaga jabatan. Keputusan pun akhirnya lama untuk diputuskan, apalagi mau mereformasi birokrasi. Sepertinya tidak mungkin terlaksana deh kalo masih mementingkan “hangatnya” kursi presiden. Obama adalah contoh presiden yang tidak peduli dengan jabatan dan hanya terus memikirkan rakyat. Akhirnya dengan mudah posisi parlemen gedung putih “dibalik” oleh republik. Kalah deh obama (demokrat), padahal semua kebijakan Obama (UU kesehatan, penarikan pasukan di Iraq dll) benar-benar pro Rakyat. T_T

Yup, intinya sungguh repot lah jadi presiden! harus bisa jadi ini itu, harus waspada sana-sini. Tapi satu hal yang terpenting adalah Ketulusan. Dengan tulus kita akan jujur bekerja, dengan tulus kita akan loyal terhadap rakyat, dengan tulus kita akan ikhlas atas semua yang kita lakukan.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah;
1. Apakah ketulusan itu tidak bisa berjalan selaras dengan kondisi politik di Indonesia?
2. Haruskah ketulusan di halangi oleh tembok besar intrik-intrik politik lawan?
3. Jika tujuan akhir nya adalah rakyat, bisakah mereka bekerja dengan tulus bersama-sama tanpa mempedulikan siapa yang duduk di kursi puncak itu??
4. Bukankah kursi itu hanya sebuah amanah dari Tuhan untuk memperbaiki nasib rakyat, bukannya untuk diperebutkan??

*ditutup dengan putaran lagu Coklat ~ Bendera. (selesai)

2 Responses to “Gaya kepemimpinan presiden-presiden Indonesia (2) – (selesai)”

  1. KIW January 10, 2011 at 6:37 am #

    wuih keren sob tulisannya.. nambah referensi tugas kul gw nie… oh y mampir y k http://mahasiswa-belajar.blogspot.com baru belajar ni sob. mohon kritik n sarannya,,, hehe🙂

    • arya_hadiid@xl.blackberry,com January 17, 2011 at 6:38 am #

      Wah makasih niy dah dipuji.. hehe. Sory baru sempet buka blog sob..

      Blog ente bagus sob, yang di bahas hal-hal yang manarik.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: