Balance life = Happy life

12 Jun

Kita pasti punya keinginan untuk mengumpulkan uang, ya! semua orang tentunya.. Dengan harapan agar kita kelak bisa hidup dengan jaminan financial. Memang itulah nyatanya bagi sebagian besar orang di dunia ini, mereka kerja dengan satu tujuan, uang.. Anda salah satu dari mereka bukan?

Ga salah emang kalo kita seperti itu, manusiawi banget kok.. cuma kita jangan sampai lupa tentang tujuan utama kita hidup di bumi ini, bukankah kita hidup diperuntukan sebagai rahmat sekalian alam, maksudnya alangkah baiknya kalo keberadaan kita itu berguna bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga lingkungan sekitar.. Apa saja lingkungan sekitar itu??

Ya termasuk diri kita ini; kesehatan, perkembangan kemampuan, kebutuhan rohani, kebutuhan social, financial itu adalah semua aspek-aspek yang harus dipenuhi pada diri kita biar kita bahagia. Belum lagi lingkungan keluarga (anak,istri,ortu,dll) atau teman-teman kita. (dan kalo emang anda memiliki jiwa social yang baik orang-orang sekitar anda yang kurang beruntung bisa anda masukan ke dalam daftar lingkungan anda).

Okeh, ga usah jauh-jauh deh mulai aja dari diri kita dulu.. Zaman sekarang ini karena terlalu “sibuk” dalam mencari uang, banyak orang yang lupa untuk berolahraga karena terlalu sibuknya mencari si uang. Akhirnya di akhir usianya dengan bertambahnya kebuncitan perut, berbagai penyakit datang kepadanya. Yah,, trus kapan tuh uang mo dinikmatin?? Yang ada juga buat biaya operasi stroke..hehehe. Makanya paling ga sempatin lah olahraga seminggu 2-3 kali.

Trus masalah rohani, ini yang paling penting. Ibarat kalo kerja kita di dunia adalah mobil yang meluncur kencang dijalanan, agama adalah aturan lalu lintas yang harus ditaatin biar kita bisa nyampai tujuan dengan selamat bukan malah berakhir di rumah sakit.. Ga percaya?? pengusaha yang bangkrut gara2 hobby maen judi, professional muda yang gagal karir gara2 suka maen cewek di klub malam, pejabat masuk penjara gara2 korupsi itu tuh yang harus ditanggung klo berani melanggar aturan “lalu-lintas”. Belum lagi adanya siksaan setelah mati… hiii serem!! Nah,sekarang masih berani meninggalkan subuh gara2 lembur malam??

Trus yang ga kalah penting itu masalah kehidupan social kita.. secara kita ini adalah mahluk social gitu! Namun terkadang orang mau mengorbankan hal yang penting ini demi untuk mencari uang. Melewatkan acara malam minggu dengan pasangan kita agar bos senang, ga sempat nganterin anak latian bola biar klien bahagia, dan ga pernah datang ke acara rutin maen bola sama alumni kampus anda lantaran pengen banget dipromosi sama atasan anda. Yah emang ga salah sih, kan itu pilihan anda,, Cuma jangan salahin sapa-sapa kalo tiba2 kehidupan keluarga anda menjadi kurang harmonis.. Istri anda ga ngerasa diperhatiin trus selingkuh (ekstrem bgt! Tapi ga sedikit kan cerita ttg tante2 ksepian.hehe). Anak anda yang bertambah dewasa pasti butuh bgt “pendidikan keluarga” yang baik, jangan sampai karena kurangnya pondasi pendidikan dan perhatian keluarga terus anak anda menjadi anak malem yang doyan freesex and nge-drug! Duuh serem bgt ga sih!, bner2 ga sebanding sama uang atau jabatan yang kita dapet.. Trus gimana dengan temen2 anda? Bukankah tetap menjaga hubungan itu penting kawan! Jangan gara2 uang lalu anda mencampakan hal ini.. Ga sedikit lho, pengusaha yang berdiri hanya dengan modal jaringan dan kepercayaan kawan-kawannya.. so, keep in touch to ur friends guys!

Nah sekarang masih kah anda terlalu berlebih-lebihan dalam mengejar uang? Ya kalo emang anda mau hidup anda berat sebelah.. Sehingga anda berani mengorbankan kehidupan cinta, keluarga dan teman-teman anda. Bukankah agama telah mengajarkan kita untuk tidak terlalu berlebih lebihan dan bukankah Tuhan menyukai pekerjaan yang dilakukan terus menerus walupun itu sedikit.. Berdasarkan itulah sudah seharusnya sekarang kita berubah untuk menjalani hidup secara seimbang.

So bagi kalian para “pekerja keras”, yang ingin mendapatkan kebahagian dengan uang di akhir hidup anda, jangan korbankan kebahagiaan anda,keluarga dan teman-teman anda sekarang dan berpikir mereka (termasuk anda) akan bahagia kelak dengan uang anda. Karena menurut saya, semua pekerjaan ada porsinya masing-masing. Cobalah untuk bersantai secara rutin dengan “lingkungan” anda , dalam rangka membahagiakan “lingkungan” anda (termasuk anda sendiri tentunya!). Hal inipun akan membuat anda tetap bersemangat dalam bekerja.. Give your self some prizes for what you done!

RELIGION = WORK = FAMILY = SOCIAL = HEALTH = SKILL

They must be Balance to make your life be happy.

2 Responses to “Balance life = Happy life”

  1. azrimazhari June 12, 2008 at 2:22 pm #

    tapi ndong, kalo kerjaan kita mengharuskan kita untuk jauh dari ortu dan pasangan gmana??

    kalo lo sendiri gmana?? ada pertimbangan jam kerja atau tempat kerja gak??

  2. hadiidkul December 7, 2010 at 8:54 am #

    hidup itu pilihan kawan.. bawa istri lo kalo perlu *pacar aja blum ada,hehe :p*

    klo gw siy, yg penting kualitas drpd kuantitas. Gw yakin 2 hari (sabtu minggu) bersama keluarga bisa mengalahkan 5 hari bersama pekerjaan. Itupun berlaku juga untuk schedulle; 2 mgu – 2 mgu, 2 mgu – 1 mgu, 2 bulan – 2 mgu, 1 tahun – 1 bulan, atau bahkan 1 abad – 1 hari *ekstrem!* hahahaaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: