Gaya kepemimpinan presiden-presiden Indonesia (2) – (selesai)

26 Dec soekarno-soeharto-3

Oke, dari wacana sebelumnya bisa dong kita diskusikan kira-kira tipe kepemimpinan apa yang terbaik di dunia ini? Dan tipe keemimpinan apa yang cocok untuk indonesia saat ini?? Apakah tipe kepemimpinan itu seperti Obama (mungkin Influnce-Dominant kali ya), ataukah seperti firaun? atau seperti pemimpin-pemimpin dunia lainnya? Hittler,bush dan firaun yang dominan, atau nabi Muhammad SAW? Kira-kira apa jawaban anda tentang bagaimana pemimpin ideal itu??

Yup, waktu habis.. pertanyaan dilemparkan ke penulis.. :p
Jadi sebenarnya semua tipe itu harus dimilliki oleh seorang pemimpin. Lho maksudnya gimana?? Kalau semua tipe dimiliki jadi seperti psikopat yang tadi sempet kita bahas dong??! hahaha.

Memang pada dasarnya bawaan sejak lahir dan pengaruh lingkungan, kita pasti memiliki setidaknya 2 tipe kepemimpinan tersebut. Namun sebagai seorang pemimpin (tidak hanya presiden, kepala keluarga, ibu dari anak-anak juga bisa disebut pemimpin lho!) kita dituntut bisa menjadi kesemua tipe tersebut sesuai situasi dan kondisi. Maksudnya??

Misal contoh sederhana niy (kita keluar sebentar dari judul kita kali ini); seorang guru, dia harus bisa bersifat berbeda terhadap murid-muridnya yang berbeda karakter. Dia harus menjadi dominan saat menghadapi murid yang nakalnya kelewatan, dan saat murid yang nakal itu takut, nah saatnya sang guru menjadi guru yang steadiness atau cinta damai. Jadi murid itu merasa perubahannya di hargai.

Sedikit cerita, saya dulu pernah punya guru yang killer atau galak. Dia pernah marahin saya. Saya pun kapok dan berubah, namun saat saya sudah menjadi anak yang baik (menurut saya), dia pun tetap bersikap galak seperti itu. Apa lagi salah saya?? Kenapa bapak tidak menghargai perubhan saya??

Atau seorang supervisor yang steadiness misalnya, selalu menghindari konflik, selalu bersikap sabar dan cinta damai. Suatu saat dia harus menghadapi anak buah yang sangat buruk perangrainya (duh ga ada kata yg lebih sederhana ya -_-“). Gimana bisa tuh anak buah berubah kalo si supervisor selalu bersikap baik dan humanisme. Bersikap tegas dan marahlah dengan elite! (tapi jgn keluarin hewan-hewan di ragunan dari mulut anda! sumpah, kampungan bgt ini.. -_-“). Kalau anak buah masih tetap seperti itu, jadi supervisor yang dominance (walaupun ini bukan anda bgt misalnya), kasih first and last warning! Ini hak anda sebagai spv, demi kebaikan bersama. Nah saat anak buah anda menunjukan perubahan, berubahlah menjadi sang influence dan steadiness lagi. Beri pujian ke dia secara personal dan hangat walaupun itu bukan dominance bgt seperti yang anda praktekan sebelumnya.

Nah seperti inilah menurut saya bagaimana seorang pemimpin itu seharusnya. Pemimpin harus bisa menjadi semua tipe personality sesuai situasi dan kondisi yang dihadapinya. Lah ga be my self dong kita? Saya tidak bilang untuk berubah ya, saya bilang menjadi,, contoh lain niy anda tipe suami dominance kelas akut, saat anak anda sudah berprestasi, tidak ada salahnya kan anda mencoba menjadi sang influence dalam waktu sehari atau bahkan satu jam untuk memujinya. Saya jamin, wibawa anda yang diperlihatkan dengan kumis tebal anda tidak akan jatuh kok di depan anak anda.

Oke cukup contoh-mencotohnya. Kita sudah terlalu jauh keluar dari konteks sob!
Kembali ke laptop.. (tukul mode on)

Jadi kesimpulan pertama sudah bisa diambil kan (liat aja kata2 yang saya bold). Nah, the next question is… Apa yang di butuhkan pemimpin Indonesia sekarang ini??
Kalau boleh saya berpendapat, sekarang ini Indonesia membutuhkan tipe pemimpin yang Dominance agar bisa tegas mengambil keputusan yang mengrebak, terutama pada masalah birokrasi kita. Seperti yang Pak Budiono bilang; pembenahan ekonomi indonesia harus di dahului dengan pembenahan birokrasi, walaupun hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Nah, diperlukan pemimpin yang dominance yang mampu untuk melakukan gebrakan secara tegas untuk merubah birokrasi yang kacau balau ini. Dijamin kasus Century, saham KS, lumpur lapindo, penyuapan MK, kasus Gayus dll bisa terselesaikan dengan cepat.

Trus kalo “tegas” begitu, bisa dengan mudah dong dijebak dan diturunkan oleh musuh-musuh politik?? Yaa, tipe kedua yang dibutuhkan adalah Compliance. Biar berstrategi, tetap waspada dan tidak mudah di “serang” musuh. Jadi kesimpulan saya untuk tipe yang cocok untuk pemimpin indonesia sekarang adalah tipe Dominance-Compliance. Nah lho, kok mirip Pak Harto?? Yah mungkin itu kesimpulan yang masih bisa di perdebatkan atau karena itu mungkin Pak harto bisa melanggeng selama 32 tahun di negri tercinta ini..

Lalu bagaimana dengan teori “menjadi” tersebut? Tentu saja teori kepemimpinan ini masih harus dilakukan. Presiden kita harus bersikap Dominance; galak sama anak buahnya yang korupsi, tegas sama negara lain yang macam-macam (arab dan malaysia) atau berani dalam mereformasi birokrasi kita tersebut. Presiden juga harus bisa ber-influence; cepat dalam bertindak dan spontanitas terhadap hal-hal urgent terutama tentang kebutuhan rakyat. Bikin project pembangkit, seribu tower rusunami, dan semua yang berhubungan dengan kebutuhan rakyat (humanisme) dan ini akan bisa dilakukan dengan cepat oleh pemimpin yang bertipe Influence. Sikap Compliance harus diimplementasikan dalam membangun strategi pemerintahan dan politik. Tetap waspada terhadap kawan dan lawan, teliti tentang undang-undang. tetap menjalankan semua sesuai aturan, selama tidak ada yang urgent. Dan yang terakhir adalah sikap steadinees, yang harus dimiliki oleh presiden. Rasa loyalitas kepada rakyat, kerja keras demi rakyat dan cinta damai terhadap lawan-lawan politik.

Duh ribet ya jadi presiden, antara membela rakyat vs menjaga jabatan. Keputusan pun akhirnya lama untuk diputuskan, apalagi mau mereformasi birokrasi. Sepertinya tidak mungkin terlaksana deh kalo masih mementingkan “hangatnya” kursi presiden. Obama adalah contoh presiden yang tidak peduli dengan jabatan dan hanya terus memikirkan rakyat. Akhirnya dengan mudah posisi parlemen gedung putih “dibalik” oleh republik. Kalah deh obama (demokrat), padahal semua kebijakan Obama (UU kesehatan, penarikan pasukan di Iraq dll) benar-benar pro Rakyat. T_T

Yup, intinya sungguh repot lah jadi presiden! harus bisa jadi ini itu, harus waspada sana-sini. Tapi satu hal yang terpenting adalah Ketulusan. Dengan tulus kita akan jujur bekerja, dengan tulus kita akan loyal terhadap rakyat, dengan tulus kita akan ikhlas atas semua yang kita lakukan.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah;
1. Apakah ketulusan itu tidak bisa berjalan selaras dengan kondisi politik di Indonesia?
2. Haruskah ketulusan di halangi oleh tembok besar intrik-intrik politik lawan?
3. Jika tujuan akhir nya adalah rakyat, bisakah mereka bekerja dengan tulus bersama-sama tanpa mempedulikan siapa yang duduk di kursi puncak itu??
4. Bukankah kursi itu hanya sebuah amanah dari Tuhan untuk memperbaiki nasib rakyat, bukannya untuk diperebutkan??

*ditutup dengan putaran lagu Coklat ~ Bendera. (selesai)

Gaya kepemimpinan presiden-presiden Indonesia (1)

19 Dec

Semenjak indonesia merdeka sampai sekarang, sudah ada 6 presiden yang berganti. Dan tentu saja mereka memiliki gaya kepemimpinan masing-masing. Hal ini sungguh menarik untuk sedikit di bahas dan mungkin nanti bisa disimpulkan bahwa, “adakah gaya kepemimpinan yang ideal bagi seorang pemimpin, atau lebih khususnya pemimpin di Indonesia??

Sebelum kita membahas satu persatu presiden, mari kita pelajari sedikit tentang tipe-tipe personaliti manusia. Secara umum ada 4 tipe personaliti kepemimpinan yg ada, yaitu:

1. Tipe Dominance (dominan): atau biasa dalam ilmu psikologi disebut dengan korelis. Bagaiman tipe ini bertindak? Tipe ini adalah seorang tipe yang dominan (yaiyalahh! -_-“), keras kepala dan mungkin agak galak. (saya tidak bisa menjelaskan seberapa galak arena tentu saja arti galak sangat berbeda antara mas-mas yang kerja di salon dengan anggota Brimob kan?? :p). Nah intinya tipe ini adalah tipe yang drive atau penyetir.

2.Tipe Steadiness (teguh) sangat berbeda 180 derajat dengan tipe dominance, tipe ini adalah tipe yang penurut (bukan berarti menurut dengan bawahannya –> ngapain jadi pemimpin klo gini.. -_-“). Tapi lebih tepatnya orang steadiness memiliki jiwa yang loyal, rajin, cinta damai, suka melayani orang lain dan pekerja keras. Dalam ilmu psikologi biasa kita sebut dengan plegmatis. Cocoklah ini orang kalau bekerja bareng sama tipe Dominance. Tetep nerimo walopun dimarah2in juga. hehe.

3. Tipe Influence (mempengaruhi): Ciri-ciri tipe ini yang mudah terlihat adalah terlihat supel. Tipe ini memiliki rasa humanisme dan humor yang bagus. Sangat optimis dalam menghadapi masalah. Sangat bersemangat, enjoy the life , dan spontanitas. Namun kejelekan tipe ini yah kurang teliti, kurang waspada terhadap musuh, cenderung malas. hmm, apalagi ya.. (ga tega nyebut kekurangannya soalnya kebetulan penulis bertipe ini *menurut test psikogi UI* hihihi). Biasanya di dunia psikologi tipe ini disebut dengan sanguinis.

4. Tipe Compliance (memenuhi):: Duh bingung juga ney istilahnya. Pokoknya tipe ini berkebalikan dengan tipe Influence. Biasa di sebut dengan melankolis (Tapi jangan membayangkan presiden-presiden kita dengan tipe ini akan meneteskan air matanya saat mendengarkan lagu melow nya Rossa atau menangis saat di putus pacarnya.. *hihihi ,anak SMP bgt siy!*). Intinya sangat taat pada hukum, birokrasi atau aturan yang berlaku. Sangat teratur, teliti, waspada, sangat berstrategi dan mungkin juga aga sedikit pendendam. Hati-hati sekalinya dia sakit hati ga akan pernah lo di sapa lagi. (serem ga siy si melankolis ini).

Nah setelah kta bahas tipe-tipe personaliti, selanjutnya akan kita bahas tipe-tipe yang manakah presiden-presiden kita ini. Yuk maree..! Sebagai tambahan, bahwa dalam ilmu psikologi kebanyakan orang akan memiliki lebih dari satu tipe yang saya sebutkan diatas tersebut. Ada siy yang biasanya punya 3 atau bahkan 4 (psikopat kali ya, yang personalitnya ga jelas!) atau bahkan cuma punya satu (duh, ga berwarna bgt hdupnya -_-“). Nah biar ideal kita cari 2 kombinasi aja untuk masing2 presiden kita.

1. Soekarno: Ayo tebak tipe yang manakah Pak Karno ini. Mulai dari gebrakan proklamasi yang dia lakukan, bahkan sempet eyel-eyelan dulu sama pemuda sampai-sampai pak Karno di culik. (kebetulan saya bukan pecinta sejarah, jadi cuma adegan action inilah yang saya ingat,hehe). Pandanganya jauh ke depan tenatang cita-cita indonesia, sangat bermotivasi untuk mewujudkannya Sangat di segani oleh dunia luar. Lalu dengan dirubahnya demokrasi negara kita menjadi terpimpin, hmm.. tindakan ini sangat mengebrak sekali, hanya akan dilakukan oleh orang bertipe dominance. Setuju ga?? Nah buat tipe keduanya bisa dilihat dari gaya berbicaranya. Sangat supel kan, terbukti dong banyak wanita yang suka,, hehe. Engga, maksud saya bagaimana dia berbicara dan mempengaruhi orang lain sangatlah mempesona (kata org2 dulu siy, gw sendiri juga belom pernah liat secara langsung). Kalo dibayangin, yah.. mirip-mirip Obama laahh.. Jadi bisa saya katakan Pak Karno memiliki tipe kepemimpinan Dominance-Influence.

2. Soeharto: Udah bisa di tebak dong pak Harto ini bertipe apa. Yang saya ingat siy ini, waktu dulu papa dan mama saya selalu mencoblos nomer 2 (golkar) saat pemilu. Saat saya tanya; Lho kenapa pa, ma? Mereka menjawab; kamu masih mau bisa sekolah ga?! kamu mau sepeda baru ga pas ultah mu?!. Walopun saat itu saya ga tau arti jawaban mereka, tetapi untuk sementara pada saat itu jawaban mereka saya terima-terima aja. Demi sepeda BMX baru gitu lho cooyyy..!! hehehe. Oke setuju kan klo saya sebut tipe Bapak Seribu senyum ini adalah tipe Dominance?? (kalau ga setuju saya berhenti nulis niy! *ngambek*) hehe.
Lalu kira-kira combine nya apa ya? Apakah beliau supel? saya lebih memilih kalau beliau ini agak pendendam (saya tambahin agak, soalnya takut di dendamin sama anaknya niy) maaff…😦. Beliau sangat berstrategi, tidak sembarangan (berbeda bgt sama sanguinis/influence). Bagaimana Soekarno yang bertipe influence dengan mudahnya “diturunkan” oleh Soeharto. Dan bagaimana strategi Soeharto yang bisa membuat dia berkuasa selama 32 tahun, ini menandakan dia bertipe Compliance. Bagaimana dia membuat MPR/DPR berasal dari partai politik pendukung dia, itulah seninya strategi politik yang dilakukan oleh sang compliance. Lalu beliau dendam kepada siapa? Yah kepada orang yang akan kita bahas selanjutnya.. hhihihihi. Jadi kesimpulannya Pak Harto memiliki tipe kepemimpinan Dominance-Compliance.

3. Habibie: Kalau boleh saya bilang Presiden yang satu ini adalah presiden yang paling loyal dan rajin terhadap pekerjaannya. Bahkan dari informasi yang saya dapat, Pak Habibie sering tidur hanya 2 – 3 jam perhari demi menyelesaikan tugasnya. Bahkan saking cerdasnya, mentri ekonomi kita pada saat itu pernah di beri presentasii pengarahan tentang bagaimana seharusnya ekonomi indonesia di perbaiki. (Gila, lulusan teknik tapi jago ekonomi juga). Tapi beliau tidak pernah marah kalau di debat, tidak seperti Pak Harto dan Pak Karno. Pak Habibie suka di debat demi mencapai hasil yg lebih baik. Bahkan sering banget beliau di eyel sama para mentrinya. Tapi enjoy-enjoy aja, ga pernah marah ga pernah dendam. Sayang saja, di bidang politik beliau bisa di bilang polos. Demi membuat semua senang, keputusan nya dalam pemilu timor-timor secara cerdik dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya. Alhasil beliau cuma menjabat 1 tahun deh.. *hiks, sedih deh! T_T*. Bagaimana gambaran dia memimpin ditambah dengan sikapnya saat dia bekerja bersama Pak Harto sbg mentrinya, bisa dikatakan beliau bertipe Steadiness. Lalu kalau di bilang supel,,hmm engga juga.. Malahan beliau orang yang sangat teliti dan teratur (mentri-mentri paling ga bisa kalau mau bohong sama presiden kita yang satu ini. Jadi bisa di katakan beliau juga bertipe compliance. Untung saja habibie bertipe utama steadiness yang cinta damai. jadi meskipun beliau juga bertipe compliance namun beliau bukanlah tipe orang yang pendendam gitu loch..! Kesimpulan saya, Pak Habibie memiliki tipe kepemimpinan Steadiness-Compliance.

4. Gus Dur: Dari gayanya yang easy going, sangat optimis namun ceplas-ceplos saat di tanya wartawan, dan seolah “mengampangkan” semua persoalan-persoalan dengan ciri khasnya “gitu aja kok repot?” terlihat bahwa dia adalah tipe Influence/sanguinis (sama niy ama gw.. =_=”). Humanismenya (sisi kemanusiaannya) baik sekali, terbukti dari di resmikannya agama ke-6 di negri ini. Namun sikap (maaf) “sembrononya” juga terlihat dari sikapnya yang sering tertidur saat rapat kabinet ataupun keinginannya untuk manjalin hubungan diplomatik dengan israel. (lagi-lagi sisi humanisme sangat di tonjolkan oleh Gus Dur). Dan efek dari sifat sembrono (walaupun jago mempengaruhi orang, influence juga mudah percaya dengan orang) si Influence ini dengan mudah dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya. Turun deh jadinya beliau, padahal belum akhir masa pemerintahannya. *sedih :(* . Disisi lain beliau juga seorang yang pemarah lho, ia kerapkali menggebrak meja saat anak buahnya tidak menuruti keinginannya. Di depan beliau anak buah seakan takut, namun di belakang beliau sangat lah berbeda. Ini lah kekurangan lain dari sang influence, yaitu kurang waspada dan kurang strategi saat menghadapi musuh-musuh yang tersembunyi. (cerita2 politik presiden akan di bahas pada tulisan lain). Jadi bisa dikatakan bahwa, Gus Dur memliki tipe kepemimpinan Influence-Dominance.

5. Megawati: Ia sangatlah teliti dan teratur, namun bukan pada bidang pemerintahan yang beliau geluti saat menjadi presiden RI. Namun beliau sangat teratur sekali dalam menata rumah dan taman pribadinya (yang merupakan hobi beliau). Pernah saat Seorang menteri datang untuk meminta petunjuk dalam suatu persoalan ekonomi, namun beliau menjawab; “yah terserah kamu deh mau diapain, saya percaya kamu.” Lalu pembicaraan berlanjut dengan topik berbeda, “ini lho saya sedang merawat bunga yang baru, bagus kan?”.
Para mentripun banyak yang suka dengan ibu Mega, karena mereka jarang mendapatkan tekanan saat mereka bekerja, namun buat mentri yang sedang bekerja sungguh-sungguh malahan jadi sering bingung dengan jawaban ibu Mega. Terlebih jika Taufik Kemasi ikut mengambil keputusan, jadi seolah ada 2 nahkoda dalam satu kapal. Misal dalam pencalonan gubernur jawa barat. Hmmm, sedikit diluar konteks tulisan ini, lalu kebijakan-kebijakan yang Ibu buat siapa yang sebenanya membuat?? Yah tanpa saya beritahu juga para pembaca tentunya sudah banyak yang tahu.🙂.
Dalam bidang pemerintahan hampir mirip seperti Pak SBY, beliau selalu berupaya berjalan di jalur hukum, takut jika ada ketentuan undang-undang yang dilanggar, tidak suka konfrontasi dan lamban dalam mengambil keputusan. Beliaupun mudah tersinggung dan juga pendemdam lho, bahkan akan terus mengkritik orang yang di dendam. Kesimpulan dari sedikit uraian ini adalah, bahwa Megawati memiliki tipe kepemimpinan Compliance-Steadiness.

6. SBY: Hampir mirip dengan gaya Ibu megawati yang teliti dan teratur. Namun SBY mengimplementsikan sifat keteraturan dan ketelitian itu dalam pekerjaannya sebagai presiden. Dia tidak asal ambil keputusan, tidak mau ikut campur diluar kewenangannya, walaupun sebnarnya dia sangat bisa. Karena dia sangat berstrategi, dia sadar bahwa di balik keputusan yang dia ambil, jika keputusan itu salah atau kurang populis maka lawan-lawan politiknya siap untuk menerkam dia dari belakang. Untuk itu dia sangat berstrategi, dengan cara memeluk lawan-lawan politiknya. Membuat koalisi, atau bahkan memuat Seketariat Bersama di DPR. Dengan startegi yang teratur ini dan tentu saja dengan pengalaman politiknya yang sudah tidak di ragukan ini, sangat sulit untuk lawan politiknya mau menggulingkan pemerintahannya. Saya berani bertaruh, dia akan langgeng sampai 2014, walaupun tiap ultah pemerintahannya akan banyak demo-demo yang “digerakkan” oleh lawan poltiknya.

Beliaupun tipe yang mudah tersinggung, membalas kritik dengan kritik, suka curhat ke masyarakat. Strategi popularitas yang digunakan adalah mengambil simpati rakyat untuk di kasihani. Strategi itupun yang SBY lakukan hingga beliau berhasil menjadi Presiden.

Dibalik sifat melankolis/compliance nya, beliau juga memilki sifat dominance. Hasil didikkan dari militer membuat beliau juga terkadang bersifat dominance. Beliau pernah mengusir audience nya saat tertidur dalam pidatonya. Beliau pun melakukan gebrakan KPK, SekBer di DPR, mencopot jabatan Menkeu Sri Mulyani dengan halus, RUU jogjakarta, dan wacana pemerintahan lebih dari 2 kali masa jabatan, semua tindakan-tindakan itu, beliau drive dengan strategi yag baik. Tujuannya semua senang, semua bahagia (termasuk rakyat tentunya, I hope so) dan pemerintahannya tetap langgeng. Kita lihat saja bagaimana strategi nya saat menghadapi pemilu 2014. Sangat menarik tentunya, khusunya bagi intern demokrat.(jadi keluar konteks neh! -_-“).

Bisa saya simpulkan dong, bahwa Pak SBY memiliki tipe kepemimpinan Compliance-Dominance.

Bersambung . . . .

Hukum Relativitas Umum (1)

7 Dec

Bicara tentang hukum relativitas, mengusik saya untuk sedikit mengupas *buah kali dikupas* (-_-“) tentang filosofi hidup.. Saat hukum relativitas sudah mulai di temukan oleh “fantasi” Einstein *beda sama dunia fantasi lho!*, relativitas ini ternyata mengacu kepada faham “Ketuhanan” yang berlawanan dengan faham “Materialisme”.
Apa hubungannya ya?? oke, mari kita kupas sedikit saja.. *kalo kebanyakan takutnya ga bisa nangkep! hehe*

Ternyata, sejatinya, pada dasarnya, dan pada prinsipnya. . . . *eng..ing..eennggg!*
Relativitas itu bisa di bagi menjadi 2, yaitu; yang pertama relatifitas terhadap subyek penerima dan relatifitas terhadap obyek si benda (material). apa bedanya??

Relatifitas subjektifitas sangat mudah di pahami, mudahnya seperti ini; misal si A melihat warna apel dan si B juga melihat warna apel yang sama. Bisa dipastikan ga, kalau warna merah apel yang di lihat si A sama dengan yang dilihat si B? Hayo, gmn caranya?? dari mana kamu tahu klo saya lihat warna yang sama dengan yang kamu lihat pada gambaran/cerapan otak saya?? hehe

Sedikit kita bicara ttg proses penangkapan warna. Cahaya yang dipantulkan oleh buah apel merah itu yang masuk ke mata, memantulkan spektrum merah (gw lupa frekuensi brp itu), dan diterima oleh mata (lewat iris-pupil-lensa-retina) *klo ga salah! lupa gw ama pelajaran biologi :p*, lalu dari retina dikirim ke otak. Dan yang dikirim ke otak itu adalah sinyal2 elektrik yang nanti akan didisplay oleh otak kita. OKe cukup biologinya!!😦

Jadi dari proses dari penangkapan cahaya masuk mata, sampai dengan data berupa sinyal2 elektrik diolah oleh otak menjadi gambar merah apel, tidak akan bisa di pastikan dong proses nya antara si A dan si B sama, meskipun input yang masuk itu sama (spektrum merah)! sederhana kaan, pemahamannya.. dan ini juga berlaku untuk ukuran2 yang lain seperti waktu, ruang, massa, suara, kegantengan, kegendutan, kakayaan, kejujuran, kerajinan, dan ke-an yg lainnya… setuju?! haha *mulai ngawur!* -_-”

Nah, yang menarik adalah relativitas objektivitas. Begini penjelasannya..
Anggap saja si B tadi ga bisa melihat alias buta. Namun ilmuwan mencoba memparalel otak si B dengan si A. Jadi sinyal2 listrik dari retina A juga akan dikirim ke otak B. Maka si B pun akan melihat sama persis apa yang A lihat meskipun si B buta, walopun ke”persis”annya tidak bisa di pastikan secara ilmiah. karena tentu pemrosesan gambar dari sinyal-sinyal electrik tersebut yang terjadi pada masing-masing otak berbeda kan.. (masih subjektivitas) betul ga? Nah yang jadi “Big Question” adalah,, apakah sinyal yang masuk itu bisa memastikan bahwa si objek apel itu adalah warna merah di dunia nyata?? karena ternyata keadaan apel pada dunia nyata itu hanya di gambarkan oleh sinyal listrik yang bahkan orang buta pun bisa mengatakan itu merah, kalo sinyal elektrik tersebut di alirkan ke otaknya,, Bagaimana?? ada sanggahan?

Lalu ada pembaca menginterupsi, bukannya merah sudah pasti memiliki besar frekuensi spektrum (sebut saja) 70 hz. dan itu berlaku untuk massa, panjang dalam hitungan gram dan meter?? Oh iya, betul juga ya,, oh yaudah, post nya selesei deh.. bye…

Tidak kawan, siapa yang menjamin, misal; massa 1 kg itu katanya “es sebanyak 1 liter yang ada pada suhu 4 der celcius”. bukankah massa juga tergantung pada liter (dm3) dan celcius yang juga relatif terhadap sesuatu?? panjang 1 m emisi cahaya cripton dlm ruang hampa dalm sekian detik”. Bukankah detik juga relatif?? Coba cari semua SI ttg suatu nilai , pasti di bandingkan dengan satuan lain yang mana juga relatif kan.. Intinya apa? intinya semua objek di dunia ini adalah relatif tidak ada yang pasti, tergantung bagaimana otak kita mencerna/menangkap sinyal-sinyal listrik tadi yang kita presepsikan dari dunia luar.

oke kesimpulan sementara.. masih berlanjut niy, dan yang pastinya akan lebih menarik,,🙂

to be continue.. (2)

monyet lagi begituan..hehehe

22 Jun

mirip manusia ya.. ^^

job vacancy at CNOOC SES,.

22 Jun


Nih temen2 ada kabar bagus, kemaren gw dapet amanah dari HRD CNOOC SES, kalau ada lowongan kerjaan sebagai “supervisor electrical trainee”. Suruh dikasih tau ke teman-teman elektro 2003 (khususnya arus kuat).

Dengan syarat-syarat sbb:

1. Fresh Graduated/Sudah lulus dan memilki transkip. (buat lulusan juli pas banget niy waktunya).

2. IPK > 3,00 (bisa minta ama abud.. yang lagi kelebihan IP.hehehe)

3. Sub Jurusan Arus kuat (mutlak). Kalo arus lemah mau ikutan, bisa berobat ke mak erot dulu,hehehe ^_^V

4. Berpengalaman juga boleh, terutama yang pernah ngerasain kesetrum dengan voltase 1000 volt.(wah yang belum di ospek, harus minta disetrum dulu tuh. Halah,nyampah!)

5. Aktif berorganisasi dan memiliki team work yang baik (halah sok2an, biar keliatan banyak aja niy..hehehe).

Jika temen-temen merasa memiliki syarat-syarat diatas, maka silahkan kirim surat lamaran lengkap (cover letter, CV, transkip, dan Ijazah) via email ke ibu nuke di Nuke_Suhodo@cnooc.co.id secepatnya. Kyaknya siy, ga akan melewati TES PSIKOTES dulu, tapi langsung ke INTERVIEW oleh HRD. (sepertinya mereka sudah percaya dengan kecerdasan anak-anak elektro,hehehe). Trus si ibunya bilang prosesnya akan memakan waktu 3-4 bulan.

So buruan kirim lamaran kalian persedian terbatas.. Kalau kalian dipanggil jangan lupa kontak2 gw aja. Ntar gw kasih tau trix and flix eh… trik dan tipsnya.. oke! Ditunggu ya..

Salam hangat,

Arya Hadiid aka Grandong

daftar nilai Probstat (EL-2006) kelas Pak Dimitri Mahayana..

12 Jun
NIM UTS UAS UAS+ Total Nilai
13204145 46 52 66.66666667 56.33333333 B
13204222 45 59 75.64102564 60.32051282 B
13205040 55 58 74.35897436 64.67948718 B
13205048 52 51 65.38461538 58.69230769 B
13205178 57 29 37.17948718 47.08974359 C
13205182 48 39 50 49 C
13205195 20 45 57.69230769 38.84615385 C
13206028 67 51 65.38461538 66.19230769 B
13206036 52 58 74.35897436 63.17948718 B
13206062 44 45 57.69230769 50.84615385 C
13206066 65 51 65.38461538 65.19230769 B
13206071 70 60 76.92307692 73.46153846 A
13206078 56 60 76.92307692 66.46153846 B
13206081 48 45 57.69230769 52.84615385 C
13206083 58 63 80.76923077 69.38461538 B
13206085 77 63 80.76923077 78.88461538 A
13206091 65 52 66.66666667 65.83333333 B
13206094 75 51 65.38461538 70.19230769 A
13206097 63 58 74.35897436 68.67948718 B
13206100 49 59 75.64102564 62.32051282 B
13206101 33 37 47.43589744 40.21794872 C
13206106 50 51 65.38461538 57.69230769 B
13206108 55 53 67.94871795 61.47435897 B
13206116 68 63 80.76923077 74.38461538 A
13206120 66 78 100 83 A
13206121 58 41 52.56410256 55.28205128 B
13206125 62 61 78.20512821 70.1025641 A
13206126 65 60 76.92307692 70.96153846 A
13206129 20 32 41.02564103 30.51282051 D
13206136 69 64 82.05128205 75.52564103 A
13206139 48 43 55.12820513 51.56410256 C
13206142 62 49 62.82051282 62.41025641 B
13206143 59 42 53.84615385 56.42307692 B
13206151 59 55 70.51282051 64.75641026 B
13206155 45 48 61.53846154 53.26923077 C
13206156 66 70 89.74358974 77.87179487 A
13206157 62 48 61.53846154 61.76923077 B
13206183 49 56 71.79487179 60.3974359 B A > 70
13206184 62 31 T 70 > B > 55
13206185 60 55 70.51282051 65.25641026 B 55 > C >40
13206187 44 56.41025641 28.20512821 E 40 > D > 30
13206203 66 60 76.92307692 71.46153846 A 30 > E

Sesuai dengan surat keputusan dosen SK/06/06/2008 (*pak dim nyuruh ke gw) tentang sistem penilaian probstat kelas Pak Dim, maka diputuskan:

1. Nilai akhir adalah 50% nilai UTS dan 50% nilai UAS.

2. Nilai UAS+ adalah nilai UAS yang “katrol” demi kemasyahalatan warga kelas Pak Dim.

3. Untuk nilai kuis, tugas dan absensi diperhitungkan jika semuanya memenuhi standard. (jadi bisa buat cincai2 nilai.. Bagi yang merasa lengkap dan niat!!)

4. Bagi temen2yang tercantum NIMnya di atas dan merasa kurang puas bisa protes ke saya. Dengan membuat perjanjian terlabih dahulu untuk ketemuan. lewat HP (081395487479) atau email (H_diedcool@yahoo.com) atau juga bisa comment ke post ini!

Jadi dilarang protes dengan cara nyegat gw di jalan baik sendiri ataupun keroyokan (kaya mo nawur aja!) atau gangguin gw pas lagi asik makan ama cewek gw trus lo dateng ke gw sambil bawa berkas-berkas ujian!!(kaya orag nagih utang). no allowed to do this!!

5. Pak dim bilang, biar fair.. bagi yang kurang puas sama nilainya dan mau protes maka nilai UAS setelah protes tidak akan di “katrol” lagi. Jadi kalau lo dah berani protes, lo juga harus berani menggunakan nilai UAS asli lo. Fair kan..🙂

6. masalah nilai bisa diubah paling lambat 3 minggu setelah post ini di publish. But karena tanggak 23 juni gw dah mulai gawe, jadi setelah tanggal 23 juni protes hanya bisa dilakukan sabtu/minggu. But gw nyaranin lo protesnya paling lambat minggu2 ini dan minggu depan.

7. Batas nilai itu baik banget kan.. itu saran gw ke pak Dim lho.. awalnya Pak Dim minta lebih tinggi.. hehehe, baik kan gw,, ^^

8. Buat saran dan kritik tentang cara gw mengasisten juga ditunggi lho!!

Sukses buat kalian semua dek!! (dek:sapaan yang biasa digunakan pak Dim)

Hadiid VS Mr. Armein (hehehe, cuma beda pendapat aja..) ^_^v

12 Jun
Mr. Armein says:

Anak Indonesia sekarang punya skenario demikian: mula-mula ia membayar mahal untuk menjadi pintar.  Setelah itu dia direkrut karena sudah pintar.  Kemudian akhirnya ia dibayar untuk menjadi bodoh.

Ambil contoh misalnya ahli energi atau perminyakan.  Kita bayar mahal untuk bisa masuk ITB.  Mungkin Rp 45 juta.  Setelah lulus, kita direkrut pemerintah untuk menjadi pejabat.  Atau direkrut Pertamina untuk mengelola minyak kita.

Nah kemudian di tangan kita ini, kita yang kaya minyak ini mencari perusahaan asing untuk menggali minyak kita.  Kita tanda tangan kontrak jangka panjang dengan mereka untuk bagi hasil.  Dengan harga yang murah. Katakanlah kita mendapat USD 30 tiap barrel.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, kita cari perusahaan minyal asing.  Untuk beli minyak.  Tapi dengan harga pasar.  Hari ini sudah mencapai lebih dari USD 120 per barrel.

Jadi ujung-ujungnya kita mendapat pemasukan $30 untuk setiap pengeluaran $120.  Ya pasti tekor.  Nah kita kemudian membuat berbagai skema subsidi dan BLT.  Supaya rakyat tidak ngamuk.

Untuk semua strategi dan siasat yang bodoh ini, kita mendapat gaji.  Gaji yang tinggi. Belum lagi komisi dari perusahaan asing waktu kita secure deals bagi hasil dan pembelian dari luar itu.

Lieur ya?

Yuk, jangan mau lagi dibayar untuk menjadi bodoh.

Hadiid says:

wah Pak, tapi menurut saya tanpa adanya asing minyak Indonesia ga akan bisa diproduksi Pak.. Ini bisnis padat modal,(mungkin dari para lulusan elektro hanya backrie dan panigorolah) yag sudah bisa mewujudkannya..

Jadi menurut saya,ini masalah kebijakan pemerintah (terutama masalah cost recovery) yang harus sedikit diluruskan,,
masa jatah 80:20(domestik:asing) yang harusnya di dapat, ternyata tidak pernah terwujud gara2 harus ganttin biaya operasi mereka (yang notabene mereka *perush. minyak asing selalu membesar2kan pembelanjaan biayanya..).blum lagi produk yang mereka belanjakan adalah hasil produk negara mereka sendiri.. So, ya semua uang lari aja ke mereka.. )

Ada solusi pilihan, mungkin dengan menggunakan kebijakan “paten” yang digunakan oleh venezuela.. (dimana kita sebagai “pemilik” yang meiliki paten dalam setiap hasil yang diproduksi).. tapi mungkin pemerintah memiliki alesan sendiri dalam penetuan kebijakan(atau hanya ikut2an aja,saya juga ga tau). yang jelas kebijakan yang kita pake tidak berpihak kepada rakyat.. (
(sekitar sebuklan yang lalu, di milist EL`03 ini jadi pembicaraan yang seru ^_^)

kembali lagi ke atas, so kita2 yang bekerja di minyak (sok2 mewakilkan nih) hanya ingin bisa hidup,makan dan menghidupkan keluarga kelak(hehehe,kaya dah punya aja). kita mengharap kebijakan pemerintah itu bisa diubah.. so kita (lagi2 sok2 mewakilkan) bisa dipandang sebagai orang yang berkontribusi kepada bangsa sebagai kuli penghasil minyak tapi minyaknya dipake buat rakyat!! abis kita bisa apalagi, cari kerja sekarang susah.. syukur2 nih udah dapet..hehehe.

Tapi jujur hati, kita para pekerja minyak ingin sekali berkontribusi terhadap bangsa dalam sektor migas mengikuti jejak panigoro dll. But,we need to study first! and we are doing it now..

Semoga saja para pekerja minyak(mungkin termasuk tukang minyak juga,hehe) tidak keenakan dengan kenyamanan yang mereka dapat.. kita punya “power”, mungkin kalau suatu hari nanti kita bisa menggabungkan “power” kita tersebut,kita bisa menyusul jejak para pendahulu kita.. aminnn.. )

-Hadiid EL’03,mahasiswa PSD pak armein-
*pernah juga nyanyi sepanggung sama pak armien waktu acara wisudaan..

ayo pak,nyanyi bareng lagi! ^_^

Mr. Armein : oh kamu vokalisnya D-band ya dek?

Hadiid: iya pak, yah walaupun penampilanya ga sebagus bapak tapi itu band asli anak elektro lho..hehehe

Mr.Armein: wah kata sapa jelek, bagus kok dek..

Hadiid: (sapa yang bilang jelek?? T_T) ah bapak terlalu memuji.. terima kasih Pak..

Mr. Armein: (sapa yang terlalu memuji??) eh iya..

(akhirnya perdebatan berakhir dengan damai dan sentosa,hehehe. Maav, beberapa percakapan adalah hasil editor dari sang penulis. Biar asikk… ^_^)